Senin, 30 Agustus 2010
Undangan & Pemberitahuan Sosialisasi MaBa
Berkenaan dengan kegiatan Mahasiswa Upanayana dan Perayaan Hari Raya Saraswati, maka dengan ini kami mengharapkan kehadiran seluruh Mahasiswa/Mahasiswi Baru umat Hindu STIKI Indonesia tahun akademik 2010/2011, nanti :
Hari/Tanggal : Minggu/05 September 2010
Waktu : 09.00 WITA s.d Selesai
Acara : Sosialisasi Upanayana, Pengisian Form Mahasiswa Hindu + Pembayaran Iuran
Iuran Upanayana (Rp. 25.000/org). Mohon membawa Pas Photo 2x3 (1 Lembar)
Acara akan di awali dengan sembahyang bersama.
Pakaian : Adat Madia (T-shirt STIKI Indonesia)
Tempat : Kampus STIKI Indonesia
Demikian undangan dan pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
Om Santih Santih Santih Om....
ttd
PANITIA PELAKSANA KEGIATAN
Minggu, 29 Agustus 2010
Sosialisasi FPK-KMH, Maba Antusias
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut para Pengurus dan Kader KMH menjelaskan selayang pandang tentang FPK-KMH sekaligus membahas sekelumit tentang persiapan kegiatan Mahasisya Upanayana yang akan digelar nanti pada 25 September 2010.
Pada acara sosialisasi tersebut juga dislipkan acara tanya jawab seputar FPK-KMH serta Input saran dan kritik bagi KMH oleh Mahasiswa Baru. Sungguh luar biasa, banyak input yang KMH dapatkan dari pertemuan itu, mulai dari saran untuk mengadakan kegiatan Dharma Gita, pertemuan rutin setiap 2 Minggu sekali, Tirtayatra ke Pucak Mangu, dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa antusias mahasiswa baru akan FPK-KMH sangat bagus.
Kedepan Pihak pengurus FPK-KMH akan mempertimbangkan segala bentuk input tersebut untuk dapat dijadikan sebuah keputusan Organisasi.
Om Santih... Santih.... Santih... Om.....
Jumat, 20 Agustus 2010
Undangan Rapat Persiapan Upanayana
Jam : 10.30 WITA s.d Selesai
Tempat : Kampus STIKI Indonesia (101)
Acara : Persiapan Upanayana & Perayaan Saraswati
Pakaian : Bebas Rapi
Denpasar, 20 Agustus 2010
Ketua FPK-KMH STIKI Indonesia,
ttd.
I Nyoman Widhi Adnyana
NIM. 09101012
Senin, 02 Agustus 2010
Persiapkan Upanayana
Berdasarkan hasil rapat Tgl 01 Agustus 2010 maka Kesatuan Mahasiswa Hindu STIKI Indonesia sepakat :
- Pelaksanaana Upanayana bagi Mahasiswa Baru akan diselenggarakan Pada Tanggal 25 September 2010 bertepatan dengan Hari Raya Saraswati.
- Membentuk panitia pelaksana kegiatan Upanayana dan Perayaan Hari Saraswati dengan yang di dasarkan atas SK Ketua FPK-KMH (Menyusul)
- Menyusun Rencana kerja pada tanggal 22 Agustus 2010.
Senin, 26 Juli 2010
17.00 WITA, KMH Tiba di Lempuyang Luhur
Minggu, 25 Juli 2010 merupakan momentum awal dari kebangkitan Mahasiswa/Mahasiswi Umat Hindu Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Indonesia(STIKI), pasalnya 44 orang perwakilan mahasiswa/mahasiswi umat Hindu yang tergabung dalam Forum Pembinaan Kerohanian (FKP) Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMH) STIKI Indonesia berhasil menuju Puncak Pura Lmpuyang Luhur di Kabupaten Karangasem serangkaian kegiatan Tirtayatara.
Humas FPK-KMH.
Sabtu, 24 Juli 2010
Makna Upanayana
Upanayana artinya mendekatkan, saat itu si anak didekatkan dengan gurunya yaitu Guru spiritual. Sang Guru mengenakannya benang suci yang disebut Yajnopawita dan mentasbihkannya dengan pemberian mantra Gayatri dan sebuah tongkat. Ini merupakan permulaan dari Brahmacarya yaitu kehidupan membujang dan mulai kehidupan belajar. (Intisari ajaran Hindu, Paramita Surabaya, 2003).
Upanayana yaitu upacara ini siap dimana seorang anak untuk pertamakalinya diterima untuk masuk berguru pada seorang Guru spiritual. Umur anak itu dihitung sejak dalam bentuk pembuah pertama, artinya sembilan bulan sebelum lahir.(Manawadharmasastra II.36). Swadyaya yaitu belajar sendiri tentang Weda, mempelajari Weda. Wrata : brata, yaitu dengan mengendalikan hawa nafsu, berjanji untuk sesuatu yang melanggar ketentuan misalnya Sawitri wrata (brata sawitri), tidak makan daging, tidak tidur dan lain-lain. Melakukan Upacara Sawitri, upacara pengucapan mantra sawitri sebagai simbol masuk sekolah pertama. Mantra sawitri adalah mantra Gayatri. Berdasarkan ayat ini ditetapkan batas maksimum seseorang untuk memulai mengucapkan mantra sawitri (belajar) Yang kalau tidak dilakukan dalam batas umur itu mereka itu di ancam kapatita (dijatuhkan dari golongannya) dan menjadi wratya (orang barbar) yaitu golongan diluar warna yang empat dan dikucilkan dari kearyaannya.(Manawadharmasastra II.28). Seorang yang ingin ahli dalam Weda, menurut beberapa kritikus kurang tepat untuk dikaitkan bagi anak yang bersangkutan tetapi harapan orang tua si anak menginginkan anaknya ahli dalam bidangnya, ayahnya harus telah menyekolahkannya (mengupanayanakannya) pada umur yang lebih muda, seperti untuk golongan brahmana dimulai pada umur 4(empat) tahun 5(lima) bulan. (Manawadharmasastra II.38).
Seorang Brahmana yang di-inisiasi yaitu seorang Brahmacari, menurut ayat ini kehidupannya masih tergantung pada orang lain dan untuk menunjang kehidupan berguru dan tinggal di asrama itu, para Brahmacari diwajibkan untuk minta-minta sedekahan dari keluarganya. Waktu minta sedekah itu, tiap golongan memiliki cara sebutan untuk dipakai kepada tuan rumah yang diminta, yaitu Nyonya rumah dengan sebutan Bhawati dan sebagai kode tiap warna (golongan) mempunyai ketentuan untuk memakai istilah itu dengan meletakkan kata Bhawati paling depan dari nama, diantara nama dengan harapan permohonan.(Manawa dharmasastra II. 49-50).
Berdasarkan ayat ini pada permulaan dan pada penutupan pelajaran,seorang murid harus memberi penghormatan kepada seorang Guru dengan cara menyentuh kedua kaki guru itu sebagai tanda penyerahan diri sepenuhnnya dan kebaktian yang tulus. Menurut sistem weda, karena ajaran yang diterima pada waktu itu bersifat oral dan cara menulis belum dikenal maka setiap ajaran yang diterima harus didengar dengan baik dan untuk mendengar ajaran suci (Weda) diharapkan agar mencakupkan kedua belah tangan.
Karena itu orang-orang yang bijaksana harus berjuang dan berusaha keras menguasai seluruh indrianya yang gejolaknya diumpamakan seperti kuda yang menerjang menyusuri benda-benda lahiriah yang dapat menyesatkan. Pengendalian ini dilukiskan seperti perumpamaan seorang kusir yang mengendalikan kuda penghela kereta (badannya).(Manawadharmasastra II.88). Ada sebelas macam alat-alat yang harus dikendalikan, yaitu pikiran, alat perasa misalnya telinga, mata, hidung, kulit, lidah. Sedangkan alat penggeraknya adalah pelepasan, kelamin, tangan, kaki dan mulut. Adapun indria yang sangat terlambat oleh benda-benda jasmani yaitu bila panca indria ini sangat gemar akan dipuaskan oleh benda-benda jasmani yang dapat memberi kesenangan lahiriah. Pengendalian indria itu tidak hanya tergantung dan dapat berhasil melalui belajar Weda atau beryajna, melakukan niyama ataupun tapa. Niyamabrata yaitu sepuluh macam tuntutan sikap mental yang harus dipenuhi yaitu dana (sedekahan), ijya (bersembahyang), tapa(menggembleng diri dengan bersamadhi), dhyana (merenung dengan penuh pemusatan pikiran atau sesuatu tujuan yang baik), swadyaya (mempelajari dan menghayati ajaran-ajara weda dan mengenalkannya), upasthanigraha (mengendalikan nafsu sex), Brata (mengendalikan panca indria dan taat pada sumpah), upavasa (berpuasa), mona atau mauna (mengendalikan kata-kata dengan tidak berkata-kata yang tidak perlu) dan snana (membersihkan badan, misalnya mandi). Samdhyam yaitu bersembahyang, menyatukan diri atau menghubungkan diri, Japa : mengucapkan mantra-mantra. Dalam bercakap dan menjawab pertanyaan seorang guru, seorang siswa tidak boleh berbuat demikian yaitu dengan sambil lalu, misalnya dengan sambil lalu, misalnya sambil berbaring, duduk ditempat tidur, dan pergi membuang muka. Untuk mencapai kebajikan dan kebahagiaan seseorang tidak boleh menetap dalam satu tempat, melainkan harus mencari pengalaman-pengalaman dari guru-guru yang lebih dari satu perguruan ke perguruan lainnya.
Senin, 21 Juni 2010
KMH Tirtayatra ke Pura Lempuyang
Rincian biaya : Rp. 50.000/orang
(Transport Rp. 40.000 + Banten 10.000)
Biaya konsumsi ditanggung individu (Panitia Tidak Menyiapkan Konsumsi, namun hanya menyiapkan Minum)
Keberangkatan mempergunakan BUS PARIWISATA (AC)
Rencana waktu perjalanan dan pelaksanaan persembahyangan diperkirakan 12 Jam (PP)
Demikian informasi ini kami sampaikan, kami mohon partisipasinya. Terimakasih.
Info lebih lanjut bisa dilihat di Papan Pengumuman STIKI Indonesia.
Suksma...
Om Santih Santih Santih Om.......
